BERBAGAI JENIS SIDANG

SIDANG PEMBERITAAN INJIL

                Melalui keempat kitab Injil dan Kisah Para Rasul, kita nampak bahwa dalam sejarah gereja di masa awal, sidang pemberitaan Injil selalu merupakan sidang yang sangat penting. Tetapi sidang tersebut berangsur-angsur kehilangan kedudukannya setelah gereja merosot; mulai dari abad ketiga dan keempat, sidang pengkhotbahanlah yang muncul sebagai penggantinya. Jika gereja ingin kuat, kedudukan sidang pemberitaan Injil ini harus kita pulihkan kembali.

Continue reading BERBAGAI JENIS SIDANG

BERSIDANG

Pembacaan Alkitab: Ibr. 10:25; Mat. 18:20; Kis. 2:42; 1 Kor. 14:23, 26

KARUNIA KORPORAT DI DALAM BERSIDANG

                Firman Allah mengatakan, “Janganlah menjauhkan diri dari pertemuan-pertemuan ibadah.” Mengapa? Karena Allah akan memberi karunia kepada kita di dalam pertemuan ibadah (sidang). Karunia yang Allah berikan kepada kita terbagi dalam dua kategori: Karunia individual dan karunia korporat. Karunia korporat ini hanya dapat kita peroleh di dalam sidang. Maka bila Anda tidak bersidang, Anda mungkin dapat menerima karunia individual, tetapi Anda akan kehilangan karunia korporat yang amat kaya limpah itu. Allah hanya dapat memberikan karunia korporat ini kepada Anda di dalam sidang. Sebab itulah Alkitab memerintahkan, “Janganlah menjauhkan diri dari pertemuan-pertemuan ibadah.”

Continue reading BERSIDANG

BANGUN PAGI-PAGI

Pembacaan Alkitab: Kid. 7:12; Mzm. 57:9-10, 108:3-4; Kel. 16:21; Mzm. 63: 2, 78:34; Mzm. 90:14.

 PAGI-PAGI ADALAH WAKTU YANG TERBAIK

                Mengapa orang Kristen harus bangun pagi-pagi? Karena pagi hari adalah waktu yang terbaik untuk ber­jumpa dengan Tuhan. Pagi hari adalah waktu yang terbaik untuk berjumpa dengan Tuhan, bersekutu dan berkomunikasi dengan Tuhan. Manna harus diambil sebelum matahari terbit (Kel. 16:14-21). Jika orang ingin makan makanan yang diberi­kan Tuhan, harus bangun pagi-pagi. Kalau matahari su­dah terbit, manna itu akan mencair, dan kita tidak bisa makan manna. Jika Anda ingin memperoleh rawatan rohani di hadapan Tuhan, mendapatkan pembinaan rohani, mempunyai persekutuan yang indah, mendapat­kan makanan rohani, Anda harus bangun pagi-pagi. Jika terlambat, tidak bisa mendapatkan manna. Pada pagi-pagi hari, Allah teristimewa akan membagikan makanan rohani, persekutuan yang kudus kepada anak-anak-Nya. Siapa yang terlambat mengambil, tidak akan memperolehnya.

Continue reading BANGUN PAGI-PAGI

BERDOA

Pembacaan Alkitab: Mrk. 11:24; Yak. 4:2

 BERDOA ADALAH HAK UTAMA ORANG KRISTEN

                Selama hidupnya di dunia orang Kristen mem­punyai satu hak utama, yaitu hak memperoleh penga­bulan doa. Begitu Anda dilahirkan kembali, Anda dapat berdoa kepada Allah dan Allah mau mendengarkan doa Anda; itulah satu hak utama yang Allah karuniakan ke­pada Anda. Injil Yohanes 16 menerangkan kepada kita, bila kita berdoa demi nama Tuhan, Allah akan menga­bulkan doa kita, agar sukacita kita menjadi penuh. Maka jika kita senantiasa berdoa, kita akan menjadi orang Kristen yang bersukacita di dunia ini.

Continue reading BERDOA

MEMBACA ALKITAB

Pembacaan Alkitab: Mzm. 119:105; Yer. 15:16; 2 Tim. 3:15-17

PENTINGNYA MEMBACA ALKITAB

                Setiap orang Kristen wajib membaca Alkitab, kare­na Alkitab adalah yang diilhamkan Allah dan berman­faat untuk mengajar, untuk menyatakan kesalahan, un­tuk memperbaiki kelakuan dan untuk mendidik orang dalam kebenaran. Alkitab memperlihatkan kepada kita berapa banyak pekerjaan yang telah Allah lakukan bagi kita, berapa banyak orang yang Allah pimpin pada masa yang silam. Bila kita ingin mengetahui betapa limpah ruah dan luasnya yang Allah sediakan bagi kita, kita harus membaca Alkitab. Demikian juga bila kita ingin mengetahui bagaimana Allah selangkah demi selangkah memimpin orang, kita harus membaca Alkitab. Setiap orang yang mau mengenal Allah, wajib mem­baca Alkitab dengan seksama. Begitu seseorang per­caya Tuhan, harus segera mengetahui pentingnya membaca Alkitab.

Continue reading MEMBACA ALKITAB

TERHAPUSNYA SEGALA PERBEDAAN

Pembacaan Alkitab: 1 Kor. 12:12; Gal. 3:27-28; Kol. 3:10-11.

Setelah seorang yang baru percaya menerima pe­numpangan tangan, masuk ke dalam gereja, dan berada di bawah Sang Kepala, sekarang ia perlu nampak masa­lah kesatuan seluruh orang yang percaya di dalam Tu­buh, yakni terhapusnya segala perbedaan yang ada. Ini berarti, semua orang yang percaya merupakan satu ke­satuan di dalam Kristus, segala perbedaan telah di­singkirkan. Satu Korintus 12:13 mengatakan, “Sebab dalam satu Roh kita semua, baik orang Yahudi, maupun orang Yunani, baik budak, maupun orang merdeka, telah dibaptis menjadi satu Tubuh dan kita semua diberi minum dari satu Roh.” Di da­lam Tubuh Kristus tidak ada perbedaan duniawi. Kita semua telah dibaptis dalam satu Roh, sehingga menjadi satu Tubuh, dan juga diberi minum dari satu Roh.

Continue reading TERHAPUSNYA SEGALA PERBEDAAN

PENUMPANGAN TANGAN

 Pembacaan Alkitab: Ibr. 6:1, 2; Kis. 8:14-17; 19:5, 6; Mzm. 133:1-3; Im. 1:4; 3:2, 8, 13; 4:4, 15, 24, 29, 33

Alkitab dengan jelas memperlihatkan kepada kita bahwa orang yang percaya perlu dibaptis dan perlu menerima penumpangan tangan. Dalam Kisah Para Rasul ada dua tempat, yaitu Samaria dan Efesus, di sana terlebih dulu ada orang dibaptis, kemudian baru menerima penumpangan tangan. Itulah yang dilakukan para rasul pada masa itu, dan hal ini sangatlah jelas. Dalam Alkitab, hal penumpangan tangan bukan hanya satu ajaran, bahkan suatu teladan. Ibrani 6 memberi tahu kita bahwa kita wajib “meninggalkan asas-asas pertama dari ajaran tentang Kristus dan beralih kepada perkembangannya yang penuh.” Dalam kehidupan orang Kristen, ada beberapa kebenaran dasar yang tidak boleh diabaikan begitu saja. Apakah dasar (asas) pertama dari ajaran Kristus itu? Antara lain: pertobatan, percaya, pembaptisan, penumpangan tangan, kebangkitan, dan hukuman kekal. Jelaslah Alkitab menampakkan kepada kita bahwa pembaptisan dan penumpangan tangan adalah dasar-dasar kebenaran.

Continue reading PENUMPANGAN TANGAN

MASUK GEREJA

Pembacaan Alkitab: Ef. 2:19; 1 Kor. 12:13

                 Setelah seseorang percaya kepada Tuhan, dengan spontan ia akan menghadapi satu masalah, yaitu masalah masuk gereja. Ditinjau dari aspek korporat dalam Alkitab, Anda tidak dapat menjadi seorang Kristen individu. Pertama, firman Allah memberi tahu kita, begitu seseorang beroleh selamat, ia segera menjadi anggota keluarga Allah, menjadi anak-anak Allah. Inilah yang diwahyukan Alkitab. Begitu seseorang beroleh kelahiran kembali, ia terlahir di dalam keluarga Allah, menjadi anak-anak Allah bersama dengan banyak orang lainnya. Kedua, Alkitab juga memperlihatkan kepada kita bahwa semua orang yang beroleh selamat adalah tempat kediaman Allah, yaitu rumah Allah. Ketiga, semua orang Kristen disatukan menjadi Tubuh Kristus. Kita masing-masing saling menjadi anggota, dan bersatu menjadi Tubuh Kristus.

Continue reading MASUK GEREJA

PISAHKAN DIRI DARI DUNIA

Pembacaan Alkitab: Kel. 10:8-11; 21-26; Kel. 12:6-11, 37-42; 2 Kor. 6:17

Dalam Alkitab ada cukup banyak perintah mengenai memisahkan diri dari dunia. Misalkan Mesir, Ur-Kasdim, Babel, Sodom, semuanya melambangkan dunia, yang memperlihatkan kepada kita bagaimana keadaan dunia. Mesir mewakili kesenangan dunia; Ur-Kasdim mewakili keagamaan dunia; menara Babel mewakili kekacaubalauan dunia; dan Sodom mewakili kedosaan dunia. Manusia bukan hanya harus melepaskan diri dari Mesir, bahkan harus seperti Abraham keluar dari Ur-Kasdim. Setelah Lot pergi ke Sodom, umat Israel tertawan di Babel, mereka harus keluar dari tempat-tempat itu. Alkitab meng­gunakan empat tempat yang berbeda untuk mewakili dunia, juga memperlihatkan ke­pada anak-anak Allah jalan melepaskan diri dari dunia.

Continue reading PISAHKAN DIRI DARI DUNIA

MULUT MENGAKU

Pembacaan Alkitab: Rm. 10:10; Ams. 29:25; Mat. 10:32-33

       Setelah seseorang percaya kepada Tuhan, ia tidak se­harusnya menyembunyikan diri. Begitu seseorang percaya kepada Tuhan, ia harus mengakui Tuhan di hadapan manusia. Roma 10:10 mengatakan, ”Karena dengan hati orang per­caya dan dibenarkan, dan dengan mulut orang mengaku dan diselamatkan.” Dengan hati percaya, orang dibenarkan; ini adalah perkara di hadapan Tuhan. Tetapi, de­ngan mulut mengaku, diselamatkan; ini adalah perkara ber­oleh selamat di hadapan manusia. Sebab itu Alkitab menekankan, dengan hati percaya masih belum cukup, harus ditambah dengan mulut mengaku; harus mengutarakan dengan mulut.

       Gereja mempunyai satu ciri khas, yaitu berani mengakui telah percaya Tuhan. Dalam per­gaulan sehari-hari, baik terhadap teman sekolah, teman sekerja, famili, atau pun sahabat, Anda harus mencari ke­sempatan berkata kepada mereka, ”Aku sudah percaya Tuhan Yesus.” Lebih cepat mengakui lebih baik. Begitu Anda mengakui, mereka segera mengetahui dengan je­las kalau Anda sudah percaya Yesus. Demikianlah Anda diselamatkan, Anda ditolong keluar dari orang-orang yang tidak percaya.

       Ada sebagian orang yang baru beroleh selamat, mereka dipengaruhi oleh ajaran tradisional yang salah, yang mengira, ”Jika seseorang mempunyai perbuatan yang baik, inilah yang penting; mengakui dengan mulut atau tidak, itu tak begitu penting. Berubah di atas bibir saja, tidak ada gunanya; yang penting perbuatannya yang berubah.” Ini adalah pemikiran yang salah, yang ha­rus kita koreksi. Perubahan tingkah laku, sekali-kali tidak bisa menggantikan pengakuan dengan mulut. Perbuatan sudah berubah, tetap masih perlu mengaku dengan mulut.

       Ada orang tidak berani mengaku, alasannya: ia ta­kut kepada orang. Begitu melihat raut muka orang lain, dia tidak berani mengaku. Begitu melihat wajah ayah dan ibunya, ia merasa sukar untuk me­ngaku; melihat wajah teman-temannya, juga merasa sukar untuk mengaku. Banyak orang yang terbentur pa­da kesulitan ini, takut kepada orang, tidak berani buka mulut. Bagi orang yang demikian, dengarkanlah firman Tuhan, ”Takut kepada orang mendatangkan jerat” (Amsal 29:25). Siapa yang melihat orang lalu takut, akan ”men­jerat diri sendiri”. Anda takut, berarti Anda terjerumus ke dalam perangkap. Mungkin, orang yang Anda takuti itu sebenarnya justru senang mendengar pengakuan Anda; kalaupun ia tidak senang mende­ngar­kan, ia belum tentu seperti yang Anda bayangkan be­gitu menakutkan.

       Ada orang tidak mau mengaku disebabkan karena malu. Ia merasakan menjadi orang Kristen itu memalu­kan. Ketika Tuhan Yesus disalib di kayu salib, Dia telah menanggung dosa dan rasa malu kita. Ketika Tu­han menanggung dosa kita, sesungguhnya Dia telah menerima ”rasa malu” yang sangat besar. Rasa malu yang kita terima hari ini, jauh tak memadai dengan rasa malu yang Tuhan terima di salib. Maka sekali pun ada rasa malu, kita tidak perlu merasa heran. Kita harus tahu bahwa kita adalah milik Tuhan. Hari ini, Tuhan telah memberi anugerah kepada Anda, Tuhan telah menyelamatkan Anda; Tuhan menunjang Anda, Tuhan akan membawa Anda naik ke surga, tetapi jika An­da merasa malu mengakui-Nya, itu berarti segala ka­runia-Nya boleh Anda permalukan dan boleh tidak Anda akui! Di atas diri Anda, Tuhan telah berbuat ba­nyak, bolehkah Anda merasa malu mengakui Tuhan? Tidak mungkin demikian!

       Tuhan berkata, ”Setiap orang yang mengakui Aku di depan manusia, Aku juga akan mengakuinya di depan Bapa-Ku yang di surga” (Mat. 10:32). Puji Tuhan, hari ini kita me­ngakui Tuhan, kelak Tuhan akan mengakui kita. Tu­han berkata pula, ”Tetapi siapa saja yang menyangkal Aku di depan manusia, ia akan disangkal di depan malaikat-malaikat Allah” (Luk. 12:9). Oh, betapa besar perban­ding­an ini! Anda hanya di hadapan manusia mengakui bahwa Tuhan yang Anda percayai ini adalah Yang melampaui segala-galanya, terunggul dari semua orang, Dia adalah Anak Allah yang sejati. Tetapi Tuhan akan mengakui An­da di hadapan Bapa serta malaikat-malaikat di sur­ga. Jika Anda merasa keberatan untuk mengakui Tuhan di hadapan manusia, suatu hari kelak, ketika Tuhan da­tang di dalam kemuliaan Bapa, Dia juga akan keberatan untuk mengakui orang semacam Anda. Oh! Betapa seriusnya hal ini! Hari ini, jangan karena takut kepada manusia (Yes. 51:12), sehingga kita tidak berani mengakui Tuhan di hadapan manusia. Semoga saudara saudari yang baru percaya, sejak awal sudah berani mengakui Tuhan di depan orang ba­nyak. Sekali-kali jangan menjadi orang Kristen secara sembunyi-sembunyi.

Pertanyaan :

  1. Apa pentingnya mulut mengaku di dalam keselamatan kita?
  2. Menjadi orang Kristen adalah perkara yang terbuka. Apa maksudnya?
  3. Mengapa perubahan tingkah laku tidak bisa menggantikan pengakuan dari mulut kita?
  4. Mengapa kita tidak boleh malu mengakui Tuhan di depan orang?

Referensi: Mulut Mengaku, Watchman Nee, Yayasan Perpustakaan Injil