Reprehenderit quine voluptate velitesse quami dolorem eum fugiat quo voluptas nulla pariatur nihil molestiae consequatur velillum occaecati cupiditate non provident. Temporibus autem quibusdam et aut officiis debitis aut rerum necessitatibus. Voluptatibus maiores alias consequatur aut perferendis doloribus
Category: Multimedia
Tuhan, Ku Rindu Hidup di Depan-Mu
Tuhan, Ku Rindu Hidup di Depan-Mu
1. Tuhan, ku rindu hidup di depan-Mu,
Si-ang dan malam pun satu alamku;
Jangalah Kau biar-kan ri-ang hatiku,
Bila ku dambakan se-lain diri-Mu.
Tiap sa-at, tiap hari, d’ri-ta apa pun,
Waktu riang hi-bur-an du-ni-a pupus.
Hatiku pilu air ma-ta tercucur,
Ya, Tuhan, teduhkan keluh kesahku.
2. Tatkala terbayang hidup nan manis,
Marilah Tuhanku, ikut nikmati!
Janganlah biar-kan-ku hidup sendiri,
Pun jangan biar-kan-ku pilih sendiri!
‘Pabila termenung di dalam sunyi,
Ya, Yesus, ku minta Kau mendampingi;
Menjelang tiap fajar, semasih mimpi,
Gugahlah t’lingaku, serta b’ri bisik.
3. Di sa-at membaca firman kudus-Mu,
Ku perlu sorotan cah’ya mu-lia-Mu;
Agarlah ku nampak ke-a-di-an-Mu,
Pun kur-nia agung-Mu, se-mua milikku.
Depan takhta-Mu kini ku bertelut,
Kabulkan do-a-ku, beri ‘nugrah-Mu;
Ampuni segala kesalahanku,
Janganlah padaku tarik hadir-Mu.
4. Ti-ap terkenang ba-ha-gia surgawi,
Sg’ra pandang wajah-Mu, hatiku ingin,
Balik-Mu melulu, kini ku nanti,
Serta-Mu selalu, ri-ang-kan hati.
Ajarku hidup depan-Mu tiap hari,
Sepanjang umurku tak lain mencari,
Agar kenan-Mu padaku terbukti,
Di dalam angan dan gemarku ini.
Kidung ini ada di dalam buku Kidung yang diterjemahkan Yasperin. Kidung 290