Watchman Nee 倪柝聲

Ajaran Utama

Dua belas ajaran utama Watchman Nee, dari Allah Tritunggal dan rencana kekal-Nya sampai gereja dan Yerusalem Baru.

Watchman Nee adalah seorang pelihat wahyu ilahi pada zaman ini. Secara khusus, ia melihat dua belas perkara penting yang menguraikan lebih jauh iman bersama itu. Ia tidak hanya mengajarkan wahyu-wahyu ini, tetapi juga merintis pengalaman dan penikmatan akan isinya. Kedua belas perkara utama ini mencakup:

  1. Allah
  2. Rencana Kekal (Ekonomi) Allah
  3. Inkarnasi Allah
  4. Kristus
  5. Kematian Kristus
  6. Kebangkitan Kristus
  1. Hayat Kekal
  2. Roh
  3. Penebusan Kristus dan Keselamatan Allah
  4. Orang-orang Beriman
  5. Gereja
  6. Yerusalem Baru

Allah

Watchman Nee menunjukkan bahwa Allah itu kekal, ada dengan sendirinya, ada selama-lamanya, tanpa awal dan tanpa akhir, serta lengkap dan sempurna dalam segala arti. Allah adalah Tritunggal; dalam keallahan-Nya, Dia adalah Bapa, Putra, dan Roh. Bapa adalah sumber, Putra adalah ekspresi, dan Roh adalah penerapan. Allah Putra adalah perwujudan Allah Bapa, sedangkan Allah Roh adalah realitas Allah Putra, yang menerapkan Allah Tritunggal kepada mereka yang percaya ke dalam Allah Putra. Allah juga kudus dan benar. Kekudusan menunjuk pada natur batiniah Allah, sedangkan kebenaran menunjuk pada perbuatan lahiriah-Nya. Allah adalah kasih dan terang. Kasih adalah unsur natur batiniah-Nya, sedangkan terang adalah unsur ekspresi lahiriah-Nya. Allah ini memiliki hikmat yang luar biasa dan menggenapi pekerjaan-pekerjaan yang tiada bandingnya.

Rencana Kekal (Ekonomi) Allah

Ia menunjukkan bahwa Allah ini, yang memiliki hikmat yang luar biasa dan menggenapi pekerjaan-pekerjaan yang tiada bandingnya, memiliki kerelaan menurut keinginan hati-Nya, yaitu memperoleh sekelompok manusia yang akan menjadi satu dengan Dia, yang berbagian dalam hayat yang sama, kehidupan yang sama, gerakan yang sama, dan pekerjaan yang sama seperti milik-Nya, supaya Dia dapat mengekspresikan diri-Nya dalam kemuliaan melalui mereka. Karena itu, dalam kekekalan yang lampau Dia menetapkan dalam diri-Nya suatu rencana kekal (ekonomi). Dalam rencana ini Allah Putra adalah sentralitas dan universalitas, supaya Dia memiliki keunggulan dalam segala sesuatu. Karena alasan ini pula Dia menciptakan alam semesta dengan segala isinya yang tak terhitung banyaknya, supaya di dalamnya Dia dapat menciptakan manusia tiga bagian—terdiri dari roh, jiwa, dan tubuh—sebagai bejana untuk menerima Dia dan mengekspresikan Dia. Allah akan masuk ke dalam roh manusia sebagai Roh dan melahirkan kembali manusia, sehingga menghasilkan banyak anak-Nya yang berbagian dalam hayat dan natur-Nya, serta banyak anggota Kristus, sang Putra, yang membentuk Tubuh organik-Nya sebagai ekspresi korporat-Nya, supaya Allah Tritunggal melalui ekspresi ini memiliki ekspresi akhir dalam kepenuhan sampai selama-lamanya.

Inkarnasi Allah

Ia menunjukkan bahwa pada waktu penciptaan Allah tidak memasukkan diri-Nya ke dalam manusia agar manusia berbagian dalam hayat dan natur-Nya. Empat ribu tahun kemudian barulah Dia, dalam Allah Putra, melalui Roh yang memasuki daging seorang perawan, dikandung sebagai manusia yang memiliki natur ilahi sekaligus natur manusia—seorang Allah-manusia, yaitu Allah yang lengkap sekaligus manusia yang sempurna. Dengan demikian, Dia membawa Allah ke dalam manusia, dan di dalam daging manusia, Dia menjalani kehidupan manusia di bumi, mengekspresikan Allah dengan menghidupi semua atribut Allah melalui kebajikan manusiawi-Nya.

Kristus

Ia menunjukkan bahwa Pribadi Kedua dari Tritunggal Ilahi dijadikan Kristus oleh Allah dalam kekekalan yang lampau. Dia inilah Yang Diurapi Allah. Pada waktunya, Dia datang untuk menggenapi rencana kekal (ekonomi) yang telah Allah tetapkan demi ekspresi diri-Nya. Allah menghendaki agar Kristus ini, perwujudan-Nya, menjadi sentralitas dan universalitas dalam rencana kekal-Nya dan memiliki keunggulan atas segala sesuatu, baik dalam penciptaan maupun dalam penebusan, melampaui segala sesuatu. Kristus yang Dia tetapkan ini mengosongkan diri-Nya, menanggalkan rupa Allah dan mengambil rupa seorang hamba, dan didapati dalam keadaan sebagai manusia, menjalani kehidupan manusia yang rendah hati di bumi. Pada akhir kehidupan manusiawi-Nya, Kristus Allah ini pergi ke kayu salib, menggenapi penebusan kekal Allah bagi kita, orang-orang berdosa, dan melepaskan hayat kekal Allah. Dia juga bangkit dari antara orang mati dan ditransformasi dari Anak Tunggal Allah menjadi Anak Sulung Allah. Lebih lanjut, dalam kebangkitan Dia menjadi Roh yang memberi hayat untuk masuk ke dalam orang-orang beriman, menjadikan mereka ciptaan baru Allah dan anggota-anggota-Nya, yang membentuk Tubuh-Nya. Dia menjadi hayat, unsur, dan Kepala Tubuh itu. Dengan cara ini Allah Tritunggal telah memperoleh ekspresi korporat di alam semesta ini. Dalam kerajaan yang akan datang, Dia akan menjadi Raja dan akan memerintah bersama orang-orang kudus yang menang atas dunia yang akan datang. Kemudian, dalam langit baru dan bumi baru, Dia akan menjadi sentralitas dan universalitas Yerusalem Baru dan menjadi tempat kediaman bersama bagi Allah dan manusia, yaitu ekspresi penuh Allah Tritunggal sampai selama-lamanya.

Kematian Kristus

Ia menunjukkan bahwa kematian Kristus bukanlah kematian sebagai martir, melainkan kematian pengganti bagi kita, orang-orang berdosa, yang mengandung banyak makna: (1) menyingkirkan dosa-dosa kita, (2) menyalibkan daging bagi kita, sehingga mengakhiri manusia lama, (3) membinasakan Setan yang berkuasa atas maut, (4) menghakimi dunia di bawah Setan, (5) membatalkan ketetapan-ketetapan yang memisahkan kita, (6) memuaskan semua tuntutan kebenaran, kekudusan, dan kemuliaan yang telah Allah tempatkan atas kita, orang-orang berdosa, dan (7) melepaskan hayat kekal Allah dari dalam diri-Nya bagi kita.

Kebangkitan Kristus

Ia menunjukkan bahwa kebangkitan Kristus adalah kebangkitan seluruh pribadi-Nya dari antara orang mati, termasuk tubuh-Nya, oleh Allah melalui Roh ilahi yang ada di dalam Kristus. Kebangkitan demikian menjadikan Dia, Anak Tunggal Allah, Anak Sulung Allah dengan natur ilahi sekaligus natur manusia. Kebangkitan-Nya juga mentransformasi Dia menjadi Roh yang memberi hayat, yaitu Roh Kudus, realitas hayat, yang masuk ke dalam orang-orang yang percaya kepada-Nya untuk melahirkan kembali mereka, membawa kemanusiaan mereka ke dalam keilahian, menjadikan mereka banyak anak Allah, banyak saudara-Nya, dan anggota-anggota-Nya yang membentuk Tubuh-Nya yang misterius sebagai organisme-Nya untuk mengekspresikan Kristus, perwujudan Allah Tritunggal. Realitas kebangkitan ini, yaitu Roh Kudus, realitas hayat, telah menjadi kuasa yang menang dalam kehidupan orang-orang yang percaya kepada-Nya dan akan menjadi kuasa tanpa batas yang akan membangkitkan mereka dari antara orang mati serta mentransformasi dan menebus tubuh mereka.

Hayat Kekal

Ia menunjukkan bahwa hayat kekal yang digambarkan dalam Alkitab adalah hayat Allah yang tidak diciptakan, yang kekal baik dari segi waktu maupun dari segi natur, sempurna, dan tanpa cela sedikit pun. Hayat kekal Allah ini menelan dan mengalahkan maut dan juga adalah hayat yang tidak dapat binasa. Hayat Allah ini juga adalah Allah Tritunggal sendiri sebagai hayat bagi mereka yang percaya ke dalam Anak-Nya. Oleh hayat ini kita menjadi Allah-manusia, yaitu mereka yang disatukan dengan Allah dan yang memiliki kemanusiaan sekaligus keilahian.

Roh

Ia menunjukkan bahwa Roh adalah penerapan Allah Tritunggal. Roh menjangkau mereka yang telah percaya ke dalam dan menerima Allah Putra. Roh menerapkan kepada mereka Allah Bapa yang ada di dalam Allah Putra. Dia adalah Roh hayat dan realitas hayat; Dia juga adalah Roh yang memberi hayat, yang menyalurkan hayat kepada mereka yang percaya ke dalam Anak. Dengan demikian, Dia adalah Roh yang melahirkan kembali, yang melahirkan kembali orang-orang beriman dengan hayat Allah Bapa di dalam Allah Putra, menjadikan mereka anak-anak Allah. Kemudian Dia menjadi Roh yang berdiam di dalam mereka sebagai realitas segala sesuatu. Dia adalah Roh yang memperbarui, yang memperbarui manusia dari ciptaan lama menjadi ciptaan baru Allah dengan hayat Allah yang senantiasa baru dan tidak pernah menua. Dia juga adalah Roh yang menguduskan, yang memisahkan dan menguduskan orang-orang beriman dengan natur Allah yang menguduskan. Dia adalah Roh yang mentransformasi, yang mentransformasi mereka dengan unsur hayat Kristus menjadi serupa dengan gambar-Nya. Dia adalah buah sulung, cicipan awal, dari Allah sebagai bagian kekal bagi mereka yang telah percaya ke dalam Anak. Dia adalah Roh kuasa yang dicurahkan atas orang-orang beriman kepada Anak sebagai otoritas bagi pekerjaan mereka. Dia adalah realitas Allah Tritunggal, realitas Kristus, realitas segala kebenaran, dan realitas kebangkitan Kristus. Hanya dengan menerima Dia, seseorang akan memiliki Allah Tritunggal, kebenaran-kebenaran, Kristus, dan kebangkitan Kristus.

Penebusan Kristus dan Keselamatan Allah

Ia menunjukkan bahwa penebusan Kristus digenapi melalui kematian-Nya yang menggantikan dan menebus bagi orang-orang berdosa. Ketika kita, orang-orang berdosa, menerima penebusan ini, kita diampuni, dibersihkan, dibenarkan, dan didamaikan dengan Allah. Berdasarkan penebusan Kristus, Allah dalam keselamatan-Nya mengampuni, membersihkan, membenarkan, mendamaikan, dan melahirkan kembali kita melalui kebangkitan Kristus, serta memperbarui, memisahkan, dan menguduskan kita melalui Roh-Nya. Lebih lanjut, Roh mentransformasi kita melalui unsur hayat Kristus yang adalah Roh, menyerupakan kita dengan gambar Anak Sulung Allah, yaitu Kristus, dan akhirnya memuliakan kita dengan kemuliaan ilahi yang telah dimasuki Kristus.

Keselamatan ini, yang Allah genapi melalui kematian dan kebangkitan Kristus serta melalui pekerjaan Roh Kudus dalam hal kelahiran kembali, pembaruan, pemisahan, pengudusan, transformasi, penyerupaan, dan pemuliaan, berbeda dari upah yang akan Allah berikan kepada orang-orang beriman pada saat kedatangan Kristus. Keselamatan Allah didasarkan pada anugerah, yang berbeda dari hukum Taurat, dan tidak didasarkan pada perbuatan manusia menurut hukum Taurat. Upah Allah didasarkan pada kehidupan yang menang yang dijalani orang-orang beriman dalam Kristus setelah mereka ditebus dan diselamatkan, dan upah ini diperoleh melalui iman, oleh hayat kebangkitan Kristus, dan oleh kuasa Roh Kudus yang memberi hayat. Upah ini juga didasarkan pada pekerjaan, dalam Kristus dan oleh Roh Kudus, membangun gereja, Tubuh Kristus, yang menggenapi rencana kekal (ekonomi) Allah. Keselamatan Allah bersifat kekal; keselamatan itu mencakup menyelamatkan kita dari dosa-dosa kita yang lampau, dari perbudakan dosa kita sekarang, dan dari pencobaan serta kegagalan kita, masuk ke dalam penikmatan akhir dan pencicipan penuh akan Allah Tritunggal beserta segala kekayaan-Nya di dalam Yerusalem Baru, di langit baru dan bumi baru. Upah Allah bersifat dispensasional dan terbatas pada pemerintahan kita serta perolehan kemuliaan bersama Kristus dalam kerajaan seribu tahun selama manifestasi kerajaan itu.

Orang-orang Beriman

Ia menunjukkan bahwa orang-orang beriman dalam Kristus diciptakan oleh Allah Tritunggal menurut gambar-Nya sebagai manusia tiga bagian yang memiliki roh, jiwa, dan tubuh, untuk menjadi bejana Allah guna memuat Dia, mengekspresikan Dia, mewakili Dia, dan memerintah bagi Dia atas seluruh ciptaan. Pada waktu penciptaan, Allah tidak memasukkan hayat dan natur-Nya ke dalam manusia; Dia hanya menciptakan roh dalam manusia agar manusia dapat menerima dengan rohnya Allah yang adalah Roh itu ke dalam dirinya sebagai hayat. Tetapi manusia jatuh di bawah pencobaan Setan. Ia tidak menaati perintah Allah; sebaliknya, ia dirusak oleh Setan, menanggung natur jahat Setan dan dibentuk menjadi orang berdosa. Karena itu, Allah sendiri menjadi manusia dan mengenakan daging manusia yang telah jatuh. Manusia ini bernama Yesus Kristus, yang dalam daging-Nya mati bagi manusia dan menebus manusia dari dosa-dosanya, sehingga mengakhiri orang berdosa itu sendiri bersama Setan, dunia, dan ciptaan lama. Setelah kematian-Nya, seluruh pribadi-Nya dibangkitkan, dan dalam kebangkitan Dia ditransformasi menjadi Roh yang memberi hayat. Sebagai demikian, Dia masuk ke dalam orang-orang berdosa yang percaya kepada-Nya dan menerima Dia, lalu menjadi satu dengan mereka, sehingga melahirkan kembali mereka untuk menjadi anak-anak Allah dan anggota-anggota-Nya, menjadikan mereka satu dengan diri-Nya, dan membentuk mereka menjadi Tubuh organik-Nya, yaitu gereja, kepenuhan-Nya sebagai ekspresi korporat-Nya.

Orang-orang berdosa yang percaya ke dalam Yesus Kristus ini disebut orang Kristen, pengikut Kristus, mereka yang berhubungan dengan Kristus. Mereka dahulu termasuk ciptaan lama Allah, tetapi telah menjadi ciptaan baru Allah melalui kelahiran kembali dengan percaya ke dalam Kristus, memiliki hayat dan natur Allah, berjalan oleh hayat Allah dan Roh-Nya, serta hidup dan bekerja bagi Allah. Mereka sedang dibangun bersama dalam roh untuk menjadi gereja Allah, yaitu rumah Allah, Tubuh Kristus dan kepenuhan Kristus, dan sedang menantikan kedatangan kembali Kristus, pada saat itu Dia akan mengangkat mereka, mentransformasi mereka, dan menerima mereka ke dalam kemuliaan-Nya untuk bersama-Nya selama-lamanya. Di antara mereka, orang-orang yang setelah keselamatan mereka bersedia menjalani kehidupan yang menang oleh hayat Kristus yang menang dan oleh kuasa kebangkitan dalam Roh Kudus, yang akan ambil bagian dalam pekerjaan menggenapi rencana (ekonomi) Allah, dan yang akan menjadi matang lebih dahulu sebelum kedatangan-Nya kembali, akan menerima upah-Nya untuk memasuki masa seribu tahun, menjadi raja-raja bersama Dia, dan memerintah atas dunia. Di antara mereka, orang-orang yang tidak menjadi matang dengan cara ini akan menerima disiplin-Nya dalam kerajaan seribu tahun supaya mereka menjadi matang. Dengan demikian, mereka akan dibentuk menjadi unsur-unsur Yerusalem Baru, dan setelah masa seribu tahun, dalam langit baru dan bumi baru, mereka akan ikut serta bersama orang-orang beriman yang telah menjadi matang lebih dahulu dalam berkat dan penikmatan akhir akan keselamatan Allah di dalam Yerusalem Baru sampai selama-lamanya.

Gereja

Ia menunjukkan bahwa gereja terdiri dari semua orang yang percaya ke dalam Kristus dan yang adalah milik Kristus. Di satu sisi, gereja ini bersifat universal, dan di sisi lain bersifat lokal. Dari sisi universal, gereja adalah rumah Allah sekaligus Tubuh Kristus di alam semesta. Dari sisi lokal, gereja adalah manifestasi lokal dari rumah Allah dan Tubuh Kristus. Manifestasi-manifestasi lokal ini adalah banyak gereja lokal yang bersama-sama membentuk satu-satunya gereja di alam semesta.

Gereja ini sebagai rumah Allah juga adalah keluarga Allah dan tempat tinggal Allah, yang memberikan kepada Allah kepuasan dan sukacita seorang Bapa bersama anak-anak-Nya; gereja juga adalah tempat kediaman Allah, yang memberikan kepada-Nya perhentian yang penuh dan memuaskan. Dengan cara ini, Dia dapat dengan bebas mengekspresikan segala yang Dia adalah, miliki, dan dapat lakukan dalam rumah ini.

Gereja ini sebagai Tubuh Kristus adalah organisme yang melaluinya Kristus bergerak dan berjalan di tengah umat manusia dan yang melaluinya Dia menghidupi diri-Nya yang mencakup segalanya. Tubuh ini juga adalah mempelai Kristus, pasangan Kristus; Tubuh ini berasal dari Kristus, menuju Kristus, dan demi kepuasan kasih Kristus. Tubuh ini juga adalah manusia baru yang diciptakan oleh Kristus di dalam diri-Nya, dibentuk dengan hayat dan unsur-Nya demi penggenapan rencana kekal (ekonomi) Allah.

Agar dapat ada di tengah umat manusia, gereja ini tersebar di seluruh bumi menjadi banyak gereja lokal yang terpisah. Masing-masing memiliki para penatua untuk administrasi dan para diaken untuk pelayanan. Dalam urusan administrasi, gereja-gereja itu mandiri dan terpisah, tetapi dalam hayat dan natur mereka tetap satu Tubuh yang universal, menerima pengajaran para rasul yang sama, memelihara persekutuan para rasul yang satu, dan memikul satu kesaksian bagi Kristus demi penggenapan satu rencana (ekonomi) Allah.

Gereja yang demikian secara lahiriah terdiri dari banyak orang kudus yang dipanggil keluar dari dunia oleh Allah, tetapi secara batiniah gereja adalah hasil dari Allah Tritunggal yang mengerjakan diri-Nya ke dalam dan bertumbuh keluar dari orang-orang beriman dalam Kristus. Karena itu, gereja adalah organisme yang hidup; gereja sama sekali bukan organisasi keagamaan dalam masyarakat, apalagi bangunan materi yang tak bernyawa.

Gereja ini juga adalah kerajaan Allah pada masa kini, tempat Allah memerintah dan berkuasa atas segala sesuatu.

Yerusalem Baru

Terakhir, ia juga menunjukkan bahwa wahyu puncak dari Alkitab, yaitu Yerusalem Baru, terdiri dari semua orang tebusan dalam Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru. Yerusalem Baru adalah kemah Allah Tritunggal, tempat tinggal Allah bersama manusia sampai selama-lamanya. Yerusalem Baru juga adalah mempelai Kristus, yang adalah perwujudan Allah Tritunggal, pasangan-Nya yang terkasih sampai selama-lamanya. Kota kudus ini juga adalah Ruang Maha Kudus Allah, dengan satu ukuran yang sama dalam tinggi, panjang, dan lebar. Kota ini dibentuk dari Allah dan Anak Domba untuk menjadi tempat pelayanan dan kediaman semua orang tebusan Allah. Kota ini tersusun dari: (1) Allah Bapa, sumber Allah Tritunggal, sebagai esensinya, seperti emas murni yang bening; (2) Allah Putra, ekspresi Allah Tritunggal, sebagai pintu masuknya dalam kematian-Nya yang menebus dan kebangkitan-Nya yang menyalurkan hayat, seperti mutiara yang indah; dan (3) Allah Roh, penerapan Allah Tritunggal, sebagai tembok-tembok dan dasar-dasarnya, melalui transformasi Roh dalam orang-orang beriman, seperti batu-batu permata yang mulia dan bersinar. Dengan demikian, kota ini dibentuk oleh Allah Tritunggal untuk menjadi puncak penyempurnaan akhir Allah dengan manusia tiga bagian yang telah ditebus, dilahirkan kembali, dan ditransformasi, yang di dalamnya Allah dan manusia menjadi satu sebagai ekspresi dan manifestasi korporat-Nya sampai selama-lamanya. Di dalam kota ini Anak Domba adalah pelita, yang memancarkan kemuliaan Allah, dan di tengah kota ini ada takhta administrasi Allah dan Anak Domba, yang dari sana mengalir sungai air kehidupan, jernih seperti kristal. Sungai ini mengalir di tengah jalan yang berbentuk spiral, yang melingkari seluruh kota dan mencapai kedua belas pintu gerbang di sekeliling kota, memberi makan seluruh kota. Di kedua sisi sungai ini tumbuh pohon kehidupan, dengan buah baru setiap bulan, yang memasok seluruh kota. Dengan cara ini, kota kudus, Yerusalem Baru, adalah puncak penyatuan antara Allah Tritunggal dan manusia tiga bagian tebusan-Nya; kota ini dipenuhi kemuliaan Allah Tritunggal dan mengekspresikan kepenuhan-Nya sampai selama-lamanya. Kota ini juga penuh dengan suplai Allah Tritunggal kepada orang-orang tebusan-Nya dalam penebusan-Nya, supaya mereka dapat menikmati sepenuhnya dan mencicipi sepenuhnya segala yang adalah Allah Tritunggal yang menebus, yang telah Dia lakukan, dan yang telah Dia capai.

Sumber: The Collected Works of Watchman Nee, Volume 1, “A Short Introduction in Memory of Brother Watchman Nee”, oleh Witness Lee, hlm. xxviii-xxxvi.

Halaman ini diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia dari sumber berbahasa Inggris: watchmannee.org.

Terima kekayaan rohani melalui email

Kami mengirim tulisan baru ke kotak masuk Anda. Gratis, dan Anda dapat berhenti kapan saja.