Watchman Nee 倪柝聲

Ajaran Alkitabiah Penting Lainnya

Lima puluh tiga ajaran alkitabiah penting yang dinyatakan Tuhan kepada Watchman Nee, dari jaminan keselamatan hingga keluarnya roh.

Selain ajaran-ajaran utama, Watchman Nee menerima wahyu lebih lanjut yang jelas dari Tuhan mengenai lima puluh tiga ajaran alkitabiah lainnya yang penting bagi pemahaman penuh dan praktik iman Kristen. (Beberapa dari ajaran-ajaran utama tersebut diulang dalam subbagian ini.)

  1. Jaminan Keselamatan
  2. Pembedaan antara Anugerah dan Hukum Taurat
  3. Perbedaan antara Keselamatan dan Kemenangan
  4. Perbedaan antara Keselamatan dan Upah
  5. Perbedaan antara Kerajaan Surga dan Hayat Kekal
  6. Kebenaran-Kebenaran tentang Kerajaan
  7. Pengangkatan
  8. Penyimpangan Kekristenan
  9. Gereja, Ekklesia, Tubuh Kristus
  10. Dua Aspek Gereja
  11. Denominasionalisme
  12. Sistem Klerus dan Hierarki
  13. Keimamatan Universal
  14. Presbiteri, Kepenatuaan yang Benar
  15. Perbedaan antara Jabatan dan Karunia
  16. Baptisan dan Meja Tuhan
  17. Penudungan Kepala dan Penumpangan Tangan
  18. Hidup oleh Iman kepada Allah
  19. Kesembuhan Ilahi
  20. Kematian dan Kebangkitan Kristus
  21. Kenaikan Kristus
  22. Kedatangan Kristus
  23. Berdiamnya Roh Kudus
  24. Ajaran Urapan
  25. Pencurahan Roh Kudus
  26. Manusia Tiga Bagian
  27. Pengudusan oleh Iman
  1. Kristus sebagai Hayat
  2. Hukum Roh Hayat
  3. Hukum Dosa dan Maut
  4. Perjanjian yang Lebih Baik
  5. Hayat Kristus yang Menang
  6. Panggilan bagi Para Pemenang
  7. Peperangan Rohani
  8. Batas Gereja Lokal
  9. Sentralitas dan Universalitas Kristus
  10. Dasar Gereja Lokal
  11. Migrasi
  12. Kepraktisan Kehidupan Gereja
  13. Realitas Gereja
  14. Keesaan Gereja
  15. Melihat Tubuh
  16. Otoritas Roh Kudus di dalam Tubuh
  17. Realitas Roh Kudus
  18. Otoritas Gereja
  19. Pembangunan Gereja
  20. Koordinasi dalam Kehidupan Gereja
  21. Tubuh dan Peperangan Rohani
  22. Disiplin Roh Kudus
  23. Remuknya Insan Lahiriah dan Keluarnya Roh
  24. Menggunakan Roh
  25. Wilayah Pekerjaan
  26. Menyerahkan Segala Sesuatu

Jaminan Keselamatan

Salah satu perkara dasar pertama yang dinyatakan Tuhan kepada Watchman Nee adalah jaminan keselamatan bagi kaum beriman. Di seluruh Tiongkok pada masa itu, ajaran alkitabiah tentang jaminan keselamatan jarang diajarkan oleh kelompok Kristen mana pun. Namun, Watchman Nee menjadi sangat jelas mengenai hal ini dan memberitakan injil kepada orang-orang Kristen untuk menolong mereka menyadari bahwa mereka telah diselamatkan. Ia dapat menunjukkan dari Firman yang tertulis bahwa orang beriman dapat memiliki jaminan yang mutlak akan keselamatannya. Ia menolong orang-orang yang ragu untuk mengambil sebuah ayat Alkitab seperti Yohanes 3:16 dan mencernanya sampai ayat itu menjadi firman yang pasti bagi mereka bahwa mereka tidak akan pernah binasa. Ia juga menunjukkan kepada mereka bahwa Roh Allah berdiam di dalam mereka dan bersaksi bersama roh mereka bahwa mereka adalah anak-anak Allah (Rm. 8:16). Bukti lebih lanjut mengenai jaminan keselamatan diberikan oleh Watchman Nee dari 1 Yohanes 3:14: “Kita tahu bahwa kita telah berpindah dari maut ke dalam hayat, karena kita mengasihi saudara-saudara.”

Pembedaan antara Anugerah dan Hukum Taurat

Kebanyakan orang Kristen pada masa itu tidak memiliki jaminan keselamatan, karena mereka tidak mengetahui pembedaan antara anugerah dan hukum Taurat. Watchman Nee menerima wahyu yang jelas dari Tuhan bahwa keselamatan adalah oleh anugerah semata, bukan oleh perbuatan hukum Taurat. Jika keselamatan merupakan perkara hukum Taurat, keselamatan itu akan bergantung pada perbuatan kita sendiri. Tetapi keselamatan berasal dari anugerah Tuhan, hanya bergantung pada siapa Dia dan apa yang telah Dia lakukan bagi kita.

Perbedaan antara Keselamatan dan Kemenangan

Sebagian orang Kristen tidak mengetahui perbedaan antara keselamatan dan kemenangan. Ini merupakan penyebab lain dari keraguan mereka mengenai keselamatan mereka. Pada saat kita percaya kepada Tuhan Yesus Kristus, keselamatan kita dijamin. Namun, kemenangan adalah perkara menang atas dosa, dunia, daging, diri, dan segala perkara negatif lainnya dalam kehidupan kita sehari-hari. Tujuan akhir kekal kita sebagai anak-anak Allah dijamin selama-lamanya oleh iman yang sederhana kepada Yesus Kristus untuk keselamatan kita. Tetapi kemenangan adalah perkara kehidupan kita sehari-hari dan berkaitan dengan upah dispensasional.

Perbedaan antara Keselamatan dan Upah

Setiap orang Kristen yang tidak jelas mengenai perbedaan antara keselamatan dan upah akan mengalami kesulitan untuk memiliki jaminan akan keselamatannya. Pembedaan ini dinyatakan sepenuhnya kepada Watchman Nee. Keselamatan adalah oleh anugerah melalui iman (Ef. 2:8), sedangkan upah adalah hasil dari bekerja sesuai dengan kehendak Tuhan (Mat. 16:27; 1 Kor. 3:14).

Perbedaan antara Kerajaan Surga dan Hayat Kekal

Sebagian orang Kristen ragu untuk mengatakan bahwa mereka telah diselamatkan, karena perbedaan antara memiliki hayat kekal dan masuk ke dalam kerajaan surga tidak jelas bagi mereka. Ketika seseorang percaya kepada Tuhan Yesus untuk keselamatannya, ia menerima hayat kekal. Tetapi untuk masuk ke dalam kerajaan surga, seseorang harus menjalani kehidupannya sehari-hari di bawah pemerintahan surga. Kehidupan yang demikian merupakan latihan pada zaman gereja ini dan melayakkan kita untuk berpartisipasi dalam pemerintahan Tuhan selama seribu tahun pada zaman kerajaan. Partisipasi itu merupakan upah bagi kehidupan di bawah pemerintahan surgawi dan bukan perkara keselamatan kekal. Watchman Nee menerima wahyu yang menyeluruh dan jelas mengenai hal ini.

Kebenaran-Kebenaran tentang Kerajaan

Watchman Nee juga melihat kebenaran Perjanjian Baru tentang kerajaan dalam cakupannya yang penuh. Ia melihat bahwa Perjanjian Baru membedakan antara kerajaan surga dan kerajaan Allah. Kerajaan Allah mencakup seluruh pemerintahan Allah dari kekekalan yang lampau hingga kekekalan yang akan datang. Tetapi kerajaan surga adalah lingkup yang lebih kecil di dalam kerajaan Allah; kerajaan surga adalah pemerintahan surgawi di antara kaum beriman pada zaman gereja sekarang ini (Mat. 5:3, 10) dan upah pada zaman kerajaan yang akan datang (Mat. 5:20; 7:21). Semua orang beriman yang telah dilahirkan kembali berada di dalam kerajaan Allah (Yoh. 3:5), tetapi hanya mereka yang menjalani kehidupan di bawah pemerintahan surgawi yang akan mewarisi zaman kerajaan sebagai upah. Kerajaan Allah berkaitan dengan keselamatan, sedangkan kerajaan surga berkaitan dengan upah.

Pengangkatan

Bersama dengan wahyu tentang kerajaan, Tuhan juga memberikan kepada Watchman Nee wahyu mengenai pengangkatan. Menurut teologi fundamentalis masa kini, orang-orang Kristen diberi tahu bahwa asalkan mereka diselamatkan, pada saat Tuhan datang kembali mereka semua akan bersama-sama berpartisipasi dalam suatu pengangkatan umum bersama seluruh gereja sebelum kesusahan besar. Tetapi Watchman Nee mulai melihat bahwa tidak semua orang beriman akan diangkat pada waktu yang sama. Sebagian orang beriman akan menjadi pemenang yang matang sebelum kesusahan besar; karena itu, mereka akan diangkat lebih dahulu. Namun, sebagian besar kaum beriman akan matang kemudian, sehingga mereka akan diangkat kemudian. Kerajaan adalah perkara upah, dan pengangkatan adalah perkara kematangan. Pengangkatan dapat dibandingkan dengan suatu panen. Tanaman tidak dipanen dan dimasukkan ke dalam lumbung ketika masih hijau. Tanaman itu harus lebih dahulu masak sampai matang. Semua orang Kristen harus masak dalam hayat. Apabila mereka sudah masak, Tuhan akan memanen mereka dan membawa mereka ke dalam lumbung surgawi. Dua hal ini harus diingat dengan jelas: 1) kerajaan adalah upah bagi kaum beriman yang menang, dan 2) pengangkatan menuntut kematangan para pemenang.

Penyimpangan Kekristenan

Tidak lama setelah mereka diselamatkan, Watchman Nee dan beberapa orang beriman muda lainnya yang masih menjadi pelajar mulai menyadari, melalui mempelajari Alkitab, betapa tidak normalnya Kekristenan pada masa kini. Tuhan menunjukkan kepada mereka bahwa Kekristenan sebagaimana dipraktikkan sekarang ini telah menyimpang dalam hampir setiap hal dari jalan yang ditetapkan Allah dalam Firman-Nya yang kudus.

Gereja, Ekklesia, Tubuh Kristus

Tuhan memberikan kepada Watchman Nee wahyu yang jelas tentang gereja-Nya. Saudara Nee memberitakan dan mengajarkan bahwa gereja bukanlah sebuah gedung, sebuah organisasi, atau sebuah misi Kristen. Sebaliknya, gereja adalah suatu organisme. Gereja adalah tubuh yang hidup. Dalam pengertian lain, gereja adalah ekklesia, kumpulan orang-orang yang dipanggil keluar.

Dua Aspek Gereja

Watchman Nee melihat bahwa gereja bersifat universal sekaligus lokal. Di seluruh alam semesta hanya ada satu gereja, yaitu gereja Allah (1 Kor. 10:32). Gereja yang unik ini diekspresikan di banyak lokalitas di bumi, dan di setiap lokalitas gereja itu adalah gereja lokal. Gereja universal terdiri dari semua gereja lokal, dan gereja-gereja lokal adalah ekspresi praktis dari gereja universal. Dalam Matius 16:18, gereja universal dinyatakan, sedangkan dalam Matius 18:17, kita melihat gereja lokal. Tanpa gereja-gereja lokal, tidak ada cara untuk berpartisipasi dalam gereja universal, dan tidak ada cara untuk memiliki kehidupan gereja yang praktis. Dalam kitab Kisah Para Rasul, dalam surat-surat, dan dalam kitab Wahyu, gereja diekspresikan sebagai gereja-gereja lokal, yaitu gereja di Yerusalem, gereja di Antiokhia, gereja di Efesus, dan sebagainya. Pemerintahan gereja bukanlah universal, melainkan lokal.

Denominasionalisme

Pada saat yang sama ketika ia menerima wahyu mengenai gereja, Watchman Nee juga melihat kesalahan denominasionalisme. Denominasi-denominasi membagi Tubuh Kristus menjadi banyak organisasi. Hal ini dikecam dalam Kitab Suci (1 Kor. 1:11-13).

Sistem Klerus dan Hierarki

Watchman Nee juga menerima terang mengenai sistem klerus-awam. Sistem ini mencakup hierarki, tingkatan, dan kedudukan dalam suatu bentuk Kekristenan yang direduksi menjadi organisasi manusia. Gereja Katolik Roma memiliki imam, uskup, uskup agung, kardinal, dan paus. Gereja Inggris memiliki imam, uskup, dan uskup agung, dengan kepemimpinan tertinggi berada di tangan penguasa yang sedang bertakhta. Gereja-gereja Protestan memiliki pendeta-pendeta mereka. Sistem klerus semacam ini jelas bertentangan dengan wahyu Perjanjian Baru dan meniadakan fungsi anggota-anggota Tubuh Kristus. Denominasionalisme memotong-motong Tubuh Kristus menjadi bagian-bagian, dan klerus menghancurkan fungsi semua anggotanya.

Keimamatan Universal

Keimamatan universal adalah kebenaran lain yang dinyatakan kepada Watchman Nee. Ia melihat bahwa keimamatan dalam Perjanjian Baru berbeda dengan keimamatan dalam Perjanjian Lama. Keimamatan dalam Perjanjian Lama pada akhirnya dipercayakan kepada keturunan Harun, sehingga menghasilkan suatu golongan rohaniwan yang berbeda dari kaum awam. Tetapi keimamatan Perjanjian Baru diberikan kepada semua orang beriman (Why. 1:6; 1 Ptr. 2:5, 9). Dalam Perjanjian Baru tidak ada klerus dan tidak ada kaum awam; semuanya adalah imam.

Presbiteri, Kepenatuaan yang Benar

Watchman Nee menerima wahyu yang jelas dari Kitab Suci bahwa gereja harus diperintah oleh suatu presbiteri yang terdiri dari para penatua. Setiap gereja lokal membutuhkan sekelompok saudara yang berpengalaman untuk mengambil pimpinan dan menjalankan pengawasan atas kegiatan-kegiatan gereja. Dalam Alkitab kelompok orang ini disebut para presbiter, para penatua, para uskup, para penilik.

Perbedaan antara Jabatan dan Karunia

Dari Alkitab, Watchman Nee melihat bahwa jabatan-jabatan gereja berbeda dari karunia-karunia. Jabatan-jabatan gereja mencakup penatua dan diaken, yang bersifat lokal (Flp. 1:1); sedangkan karunia-karunia mencakup para nabi, pemberita Injil, serta gembala dan pengajar, yang bersifat universal (Ef. 4:11).

Baptisan dan Meja Tuhan

Tuhan menyatakan kepada Watchman Nee bahwa cara baptisan air yang tepat adalah dengan pembenaman (imersi). Tuhan juga menunjukkan kepadanya cara alkitabiah untuk melaksanakan meja Tuhan. Baptisan adalah kesaksian orang beriman bahwa hidupnya yang lama telah diakhiri dan bahwa ia telah dipisahkan dari dunia kepada Tuhan dan Tubuh-Nya. Meja Tuhan adalah peringatan akan Tuhan dan kesaksian mengenai keesaan dan persekutuan Tubuh-Nya.

Penudungan Kepala dan Penumpangan Tangan

Watchman Nee juga melihat arti alkitabiah dari penudungan kepala dan praktik sejati dari penumpangan tangan. Penudungan kepala adalah ekspresi ketundukan dan ketaatan kepada kekepalaan Kristus dalam gereja. Penumpangan tangan adalah tindakan identifikasi, yang menunjukkan bahwa apa yang sedang dilakukan adalah penyaluran sesuatu yang ada di dalam Tubuh kepada anggota-anggota lain dari Tubuh. Melalui penumpangan tangan, karunia-karunia rohani disalurkan kepada anggota-anggota, dan persekutuan diwujudkan di antara anggota-anggota Tubuh Kristus.

Hidup oleh Iman kepada Allah

Watchman Nee melihat bahwa hamba Allah yang sejati harus hidup oleh iman kepada Allah dan tidak dipekerjakan sebagai pegawai suatu organisasi keagamaan. Praktik hidup oleh iman nyaris tidak dikenal di Tiongkok pada tahun-tahun awal ministri Watchman Nee. Kumpulan-kumpulan Brethren tidak mempekerjakan hamba-hamba Tuhan di antara mereka, tetapi ketika orang-orang Brethren pergi ke Tiongkok, mereka menganggap mustahil untuk mengajar kaum beriman Tionghoa hidup oleh iman kepada Allah. Hidup oleh iman sama sekali tidak ada dalam konsep orang Kristen Tionghoa; namun, Watchman Nee mengajarkan jalan ini sekaligus mempraktikkannya sendiri.

Kesembuhan Ilahi

Watchman Nee tidak hanya percaya akan kesembuhan ilahi berdasarkan Kitab Suci; ia sendiri mengalaminya. Baginya kesembuhan ilahi bukan sekadar karunia mukjizat yang lahiriah, melainkan pengalaman batiniah yang menghasilkan pembangunan dalam hayat.

Kematian dan Kebangkitan Kristus

Tuhan memberikan kepada Watchman Nee wahyu yang spesifik mengenai kematian dan kebangkitan Kristus. Ia melihat bahwa kematian Kristus memiliki dua aspek: aspek objektif, yang menangani dosa kita, dosa-dosa kita, dunia, Setan, dan kuasa-kuasa kegelapan; dan aspek subjektif, yang menangani daging kita, diri kita, dan manusia lama kita. Ia juga melihat bahwa dalam kematian Kristus ciptaan lama telah diakhiri. Ini adalah sisi negatif dari salib. Pada sisi positifnya, hayat ilahi Kristus dilepaskan untuk menumbuhkan ciptaan baru. Dalam kebangkitan Tuhan kita, hayat ilahi-Nya dilepaskan untuk melahirkan kembali kaum beriman dan menjadikan mereka anggota-anggota Tubuh Kristus. Dari kebangkitan-Nya gereja muncul, dan di dalam kebangkitan-Nya pula Tubuh Kristus sedang dibangun. Dalam kuasa kebangkitan-Nya pula kaum beriman dapat menanggung salib dan, dalam persekutuan penderitaan-Nya, disesuaikan dengan kematian-Nya (Flp. 3:10). Sementara menikmati hayat kebangkitan Kristus, umat Tuhan diberi kuasa untuk menjalani kehidupan yang kudus dan surgawi selagi mereka berjalan di bumi ini. Kebangkitan ini tidak lain adalah Kristus yang telah bangkit itu sendiri, dan Roh Kristus adalah realitasnya.

Kenaikan Kristus

Watchman Nee melihat bahwa Kristus telah naik ke surga, jauh di atas segalanya. Gravitasi bumi, roh-roh jahat, penguasa kerajaan angkasa, maupun segala kuasa kegelapan tidak dapat menghalangi atau menahan Dia. Semuanya itu kini berada di bawah kaki-Nya. Oleh kenaikan-Nya Dia telah dijadikan Tuhan atas segalanya (Kis. 2:36), dan juga oleh kenaikan-Nya semua pengikut-Nya telah dibawa ke tempat-tempat surgawi (Ef. 2:6). Kedudukan-Nya, ministri-Nya, dan hayat-Nya kini semuanya bersifat surgawi. Kini Dia terlibat dalam pekerjaan menyalurkan hayat surgawi dan surga itu sendiri ke dalam umat-Nya untuk menjadikan mereka umat surgawi yang menjalani kehidupan surgawi di bumi.

Kedatangan Kristus

Watchman Nee memperoleh pandangan yang jelas dan menyeluruh mengenai kedatangan Kristus. Ia melihat bahwa kedatangan Tuhan (Yun., parousia) memiliki aspek yang rahasia dan aspek yang terbuka. Bagi mereka yang berjaga-jaga, yang telah mencari Dia dan menantikan kedatangan-Nya kembali, Dia akan datang secara rahasia seperti pencuri (Mat. 24:43; Why. 3:3) dari surga ke angkasa sebelum kesusahan besar. Tetapi bagi mereka yang tenggelam dalam dunia, Dia akan datang seperti kilat (Mat. 24:27, 30) dari angkasa ke bumi setelah kesusahan besar. Dalam kedatangan-Nya yang rahasia, kaum beriman akan diangkat ke angkasa; sedangkan kedatangan-Nya yang terbuka akan membawa penghakiman atas dunia di bumi.

Berdiamnya Roh Kudus

Kristus yang telah disalibkan, bangkit, dan naik kini berdiam di dalam roh umat-Nya sebagai Roh hayat, menjadikan Kristus nyata bagi mereka. Roh Kristus yang berdiam di dalam ini adalah Roh Kudus sekaligus Roh Allah. Fungsi utama Roh ilahi adalah menyalurkan hayat ilahi ke dalam umat Allah, melahirkan kembali mereka, mengurapi mereka, menguduskan dan mentransformasi mereka dengan menjenuhi mereka dengan unsur Allah itu sendiri. Watchman Nee melayani secara luas mengenai hal ini.

Ajaran Urapan

Bersama wahyu yang diterimanya mengenai Roh Kudus, Watchman Nee juga menerima terang mengenai ajaran urapan. Urapan adalah gerakan dan pekerjaan Roh Kudus di dalam roh kita. Urapan itu mengajar kita segala sesuatu dari dalam (1 Yohanes 2:27). Hukum hayat menggantikan hukum Taurat Perjanjian Lama, dan ajaran urapan menggantikan para nabi Perjanjian Lama. Oleh ajaran urapanlah kita tinggal di dalam Tuhan.

Pencurahan Roh Kudus

Watchman Nee melihat dua aspek mengenai Roh Kudus: berdiamnya Roh Kudus untuk hayat dan pencurahan Roh Kudus untuk kuasa. Pada hari Tuhan bangkit dari antara orang mati, Dia menghembuskan Roh Kudus ke dalam para murid (Yoh. 20:22). Pada waktu itu Roh Kudus masuk ke dalam para murid dan berdiam di dalam mereka dengan tujuan menyalurkan hayat. Tetapi pada hari Pentakosta, Roh Kudus dicurahkan ke atas para murid (Kis. 2:4, 33). Pencurahan Roh ini bertujuan membagikan kuasa kepada para murid. Pengalaman kedua akan Roh inilah yang disebut Alkitab sebagai baptisan dalam Roh Kudus. Kebanyakan orang Kristen tidak melihat perbedaan antara kedua aspek Roh ini. Namun, Watchman Nee menerima wahyu yang jelas mengenai pembedaan ini. Meskipun ia tidak pernah berbahasa roh, ia menerima pengalaman-pengalaman pencurahan Roh Kudus yang berulang kali.

Manusia Tiga Bagian

Pada tahun-tahun awal kehidupan Kristennya, Watchman Nee mulai melihat bahwa manusia terdiri dari tiga bagian: roh, jiwa, dan tubuh (1 Tes. 5:23). Ia mulai melihat bahwa jiwa adalah kepribadian manusia; tubuh adalah bagian lahiriah manusia untuk berhubungan dengan dunia fisik; dan roh adalah bagian terdalam manusia untuk berhubungan dengan dunia rohani. Karena Allah adalah Roh, kita harus menyembah dan melayani Dia dalam roh kita (Rm. 1:9; Yoh. 4:24). Kaum beriman dilahirkan kembali oleh Roh Allah di dalam roh mereka, Roh Allah bersaksi bersama roh mereka (Rm. 8:16), Tuhan Yesus menyertai roh mereka (2 Tim. 4:22), dan mereka adalah satu roh dengan Tuhan (1 Kor. 6:17). Roh harus dipisahkan dari jiwa (Ibr. 4:12) agar kaum beriman dapat berjalan, hidup, dan bekerja dalam roh mereka (Gal. 5:16, 25) dan menjadi manusia rohani (1 Kor. 2:14-15).

Pengudusan oleh Iman

Beberapa waktu sebelum tahun 1925, Watchman Nee mulai melihat perkara pengudusan oleh iman. Ia menerima terang mengenai ajaran kekudusan John Wesley dan mengatakan bahwa apa yang diajarkan Wesley sebenarnya bukanlah kekudusan, melainkan kesempurnaan tanpa dosa. Melalui studinya ia menyadari bahwa kaum Brethren melampaui Wesley dalam visi mereka tentang kekudusan. Namun, meskipun ajaran mereka tentang kekudusan akurat, ajaran itu terlalu objektif dan hanya terdiri dari semacam perubahan posisi. Kaum Brethren mengajarkan bahwa emas di dunia adalah biasa, sedangkan emas yang dibangun ke dalam bait suci dikuduskan. Sebagai contoh lebih lanjut, kaum Brethren mengajarkan bahwa domba dan lembu dalam kawanan domba dan kawanan lembu adalah biasa, tetapi ketika dipersembahkan di atas mezbah, semuanya dikuduskan (Mat. 23:17, 19). Selain itu, kaum Brethren menggambarkan pengudusan dengan menunjukkan bahwa makanan di pasar adalah biasa, tetapi makanan di meja orang Kristen menjadi dikuduskan dengan doa. Watchman Nee menunjukkan bahwa semua contoh ini merujuk pada perubahan posisi secara lahiriah, tetapi tidak satu pun melibatkan perubahan watak secara batiniah. Ia mengajarkan bahwa pengudusan bukan semata-mata perubahan posisi, tetapi juga harus merupakan perubahan watak (Rm. 6:19, 22).

Kristus sebagai Hayat

Bagi mereka yang percaya kepada-Nya, Kristus adalah hayat (Kol. 3:4), dan hayat ini adalah Roh hayat (Rm. 8:2) di dalam roh mereka. Apa pun yang dilakukan orang beriman harus dilakukan dari hayat batiniah ini. Setiap orang beriman harus hidup oleh hayat ilahi di dalam ini (Gal. 2:20).

Hukum Roh Hayat

Hayat ilahi yang diterima kaum beriman dari Tuhan berada di dalam Roh Kudus. Roh Kudus disebut Roh hayat (Rm. 8:2). Hayat ilahi ini memiliki hukum dan ciri-cirinya sendiri, dan fungsinya adalah mengatur dan menyuplai kita dengan unsur ilahi Allah. Ini bukan sekadar hukum yang berupa huruf lahiriah, melainkan hukum hayat (Ibr. 8:10) yang diberlakukan oleh Roh Allah di dalam kita. Watchman Nee menerima wahyu yang penuh mengenai hukum batiniah ini. Oleh hukum batiniah inilah, yang disebut hukum hayat, kita dibebaskan dari hukum dosa dan maut dan dapat menjalani kehidupan yang benar dan kudus.

Hukum Dosa dan Maut

Watchman Nee melihat dari Kitab Suci bahwa berbuat dosa dan mati adalah suatu hukum (Rm. 8:2). Hukum ini berada di dalam anggota-anggota tubuh kita (Rm. 7:23) dan berasal dari hayat Setan yang jahat. Setiap manusia yang telah jatuh berada di bawah kuasanya. Tetapi hukum Roh hayat lebih berkuasa daripada hukum dosa dan maut dan sanggup membebaskan kita darinya.

Perjanjian yang Lebih Baik

Perjanjian baru yang ditetapkan Tuhan Yesus bagi kita dengan darah-Nya lebih baik daripada perjanjian lama (Ibr. 7:22; 8:6). Perjanjian lama sesuai dengan hukum Taurat Perjanjian Lama, dengan keimamatan menurut hukum perintah yang bersifat daging; sedangkan perjanjian baru sesuai dengan hukum hayat, dengan keimamatan menurut kuasa hayat yang tidak dapat dibinasakan (Ibr. 8:10; 7:16).

Hayat Kristus yang Menang

Karena Kristus telah mengalahkan Setan dan segala perkara negatif di alam semesta, hayat-Nya adalah hayat yang menang. Jika kita hidup oleh Kristus, hayat-Nya mengalahkan segala perkara negatif bagi kita.

Panggilan bagi Para Pemenang

Watchman Nee menerima wahyu mengenai panggilan bagi para pemenang. Karena seluruh gereja telah menjadi kalah dan gagal memenuhi tujuan Tuhan, Tuhan telah masuk untuk memanggil sebagian dari kaum beriman-Nya menjadi pemenang. Hal ini dinyatakan dengan jelas dalam ketujuh surat dalam Wahyu 2 dan 3. Karena seluruh gereja telah meleset dari sasaran, Tuhan telah memperdengarkan panggilan-Nya kepada mereka yang mengasihi Dia untuk menang atas gereja yang telah merosot.

Peperangan Rohani

Pada tahun 1925 Watchman Nee sudah melihat perkara peperangan rohani. Ia melihat bahwa demi tercapainya tujuan ilahi Allah di alam semesta ini, sedang terbentuk suatu pertempuran puncak antara Allah dan musuh-Nya, Setan. Pertempuran ini melibatkan semua anak Allah. Jika mereka berpihak kepada Setan, mereka memberontak melawan Allah; jika mereka berpihak kepada Allah, mereka berperang melawan Setan. Semua kaum beriman yang menang harus menyadari bahwa mereka berada di medan perang; mereka berperang demi tujuan ilahi Allah. Berperang dalam peperangan rohani ini menuntut orang beriman untuk melihat posisi surgawinya. Efesus 2 dengan jelas menyatakan bahwa kita didudukkan di tempat-tempat surgawi, dan Efesus 6 menunjukkan bahwa kita sedang berperang melawan kuasa-kuasa di tempat-tempat surgawi. Kaum beriman harus menjaga posisi surgawi mereka agar dapat mengalahkan musuh-musuh Allah di tempat-tempat surgawi. Jika posisi kaum beriman berada di bumi, mereka berada di bawah musuh, dan mereka kehilangan posisi untuk menang.

Batas Gereja Lokal

Pada tahun 1933 dan 1934, Watchman Nee melihat bahwa batas gereja lokal adalah batas kota tempat gereja itu berada. Ia menunjukkan bahwa di dalam batas suatu kota tidak boleh ada lebih dari satu gereja. Hal ini dengan sendirinya menghapuskan perpecahan.

Sentralitas dan Universalitas Kristus

Pada tahun 1933 dan 1934, Watchman Nee juga melihat sentralitas dan universalitas Kristus dalam tujuan kekal Allah. Ia melihat bahwa baik di alam semesta maupun dalam kehidupan Kristen, Kristus harus memiliki kedudukan yang utama (Kol. 1:18); ia juga melihat bahwa Kristus adalah semua dan di dalam semua dalam manusia baru, yaitu gereja (Kol. 3:10-11).

Dasar Gereja Lokal

Pada tahun 1937 Watchman Nee mulai melihat dasar gereja lokal. Ini adalah langkah lebih lanjut melampaui batas lokalitas dan menunjukkan bahwa kaum beriman tidak boleh dipecah-pecah oleh apa pun. Dasar gereja adalah dasar keesaan. Ke mana pun kita pergi dan di mana pun kita berada, kita harus satu dengan kaum beriman di tempat itu. Satu kota hanya boleh memiliki satu gereja. Gereja bukanlah gereja di rumah, gereja di pabrik, gereja di kampus, gereja di jalan tertentu, atau gereja dengan sebutan jenis apa pun lainnya. Gereja lokal adalah gereja di dalam kota. Jika di suatu lokalitas terdapat lebih dari satu gereja, kaum beriman di lokalitas itu akan terpecah-pecah.

Migrasi

Watchman Nee melihat dengan jelas dari kitab Kisah Para Rasul bahwa ada dua cara untuk menyebarkan injil: yang satu melalui pengutusan para rasul, dan yang lain melalui migrasi kaum beriman (Kis. 8:4). Di bawah ministrinya kedua cara itu dipakai untuk menyebarkan injil.

Kepraktisan Kehidupan Gereja

Pada tahun 1939 Watchman Nee menerima terang lebih lanjut mengenai gereja, kali ini mengenai kepraktisan kehidupan gereja. Ia menerima terang yang jelas dari Perjanjian Baru tentang bagaimana para penatua harus menjalankan kepenatuaan mereka secara praktis dan bagaimana para diaken dan diakones harus melayani orang-orang kudus dan gereja. Ia juga menolong semua anggota gereja untuk berpartisipasi dalam urusan-urusan gereja.

Realitas Gereja

Bersama aspek praktis gereja, Watchman Nee melihat realitas gereja. Ia menekankan bahwa isi gereja haruslah Kristus yang hidup di dalam dan dihidupkan keluar melalui semua anggota. Apa pun yang bukan Kristus bukanlah gereja. Secara praktis, gereja adalah Kristus. Karena itu, Kristus adalah realitas gereja, dan gereja harus menjadi ekspresi Kristus.

Keesaan Gereja

Keesaan gereja yang sejati adalah keesaan Roh (Ef. 4:3). Keesaan yang nyata bukanlah keesaan dalam doktrin, pendapat, atau praktik tertentu; keesaan yang nyata adalah Roh itu sendiri. Meskipun kita mungkin satu dalam doktrin dan dalam cara kita melakukan segala sesuatu, jika kita tidak berada di dalam Roh, kita tidak memiliki keesaan yang sejati.

Melihat Tubuh

Pada tahun 1939 sampai 1942, Watchman Nee terus-menerus terbeban mengenai wahyu tentang Tubuh Kristus. Ia terbeban untuk menolong orang-orang Kristen melihat Tubuh, bukan dengan cara doktrinal melainkan dengan cara praktis. Ia terus-menerus menekankan bahwa melihat Tubuh membuat seseorang mustahil bersifat individualistis. Begitu seseorang melihat Tubuh, ia bersikap dan bertindak secara korporat.

Otoritas Roh Kudus di dalam Tubuh

Watchman Nee melihat bahwa karena Tubuh Kristus adalah suatu organisme, Roh Kudus harus memiliki otoritas atas segala sesuatu dalam setiap bagian. Semua kegiatan Tubuh harus berada di bawah otoritas dan pengarahan Roh Kudus.

Realitas Roh Kudus

Roh Kudus adalah realitas dari segala perkara rohani. Istilah perkara rohani adalah sia-sia dan kosong kecuali Roh Kudus sendiri menjadi isi dan realitas dari setiap perkara rohani. Roh Kudus adalah realitas hayat orang-orang Kristen dan juga realitas kehidupan mereka. Apa pun diri mereka dan apa pun yang mereka lakukan harus memiliki Roh Kudus sebagai realitasnya.

Otoritas Gereja

Untuk praktik kehidupan gereja yang praktis, Watchman Nee melihat perlunya otoritas. Otoritas yang disalurkan Kristus sebagai Kepala kepada anggota-anggota tertentu Tubuh-Nya disebut otoritas perwakilan. Gereja-gereja lokal harus berada di bawah otoritas perwakilan semacam ini dalam suatu tatanan yang menakjubkan. Otoritas ini sangat penting bagi pembangunan gereja lokal. Dengan cara ini gereja menjadi bejana yang vertikal. Untuk itu, ketundukan diperlukan.

Pembangunan Gereja

Tuhan telah menyatakan melalui Watchman Nee bahwa kaum beriman harus dibangun bersama orang lain secara praktis di dalam gereja-gereja lokal di bawah otoritas gereja. Pembangunan semacam ini merupakan ujian bagi kerohanian yang sejati. Jika seseorang tidak dapat dibangun bersama orang lain dalam suatu gereja lokal, kerohaniannya patut dipertanyakan.

Koordinasi dalam Kehidupan Gereja

Wahyu lain yang diterima Watchman Nee, yang berkaitan erat dengan otoritas dan pembangunan, adalah wahyu mengenai koordinasi dalam gereja. Semua anggota gereja lokal tidak hanya perlu dibangun bersama orang lain tetapi juga berkoordinasi dengan orang lain. Pelayanan gereja tidak dapat dilaksanakan secara individual. Semua anggota harus melayani dengan cara yang terkoordinasi.

Tubuh dan Peperangan Rohani

Pada tahun-tahun awal ministrinya, Watchman Nee melihat peperangan rohani sebagai perkara pribadi. Namun, sejak tahun 1939, ia melihat bahwa peperangan rohani bukan sekadar perkara pribadi, melainkan perkara Tubuh. Pejuang dalam Efesus 6 bukanlah orang beriman secara individual, melainkan Tubuh. Watchman Nee menekankan dengan kuat bahwa jika kaum beriman bersifat individualistis, akan sulit bagi mereka untuk berperang melawan kuasa-kuasa di tempat-tempat surgawi. Untuk melawan musuh kita memerlukan Tubuh. Kita perlu berada tidak hanya di tempat-tempat surgawi tetapi juga di dalam Tubuh.

Disiplin Roh Kudus

Periode dari tahun 1942 sampai 1948 adalah masa penderitaan panjang bagi Watchman Nee. Selama masa ini ia belajar melihat perlunya disiplin Roh Kudus untuk pembentukan kembali diri kita dan untuk peremukan insan lahiriah. Ia melihat bahwa Allah dengan berdaulat mengatur lingkungan kita untuk bekerja demi kebaikan kita melalui disiplin Roh Kudus. Roh Kudus mengatur lingkungan kita dan mendisiplin kita melalui lingkungan kita agar membentuk kita kembali di dalam dengan unsur ilahi.

Remuknya Insan Lahiriah dan Keluarnya Roh

Ketika menjalani masa penderitaan panjangnya dari tahun 1942 sampai 1948, Watchman Nee melihat peremukan insan lahiriah dan keluarnya roh manusia. Roh Kristus berdiam di dalam roh kita. Jika insan lahiriah kita tidak diremukkan, roh kita bersama Roh Kristus terkurung di dalam cangkang insan lahiriah kita. Karena itu, ada kebutuhan yang sangat penting agar insan lahiriah kita diremukkan, supaya roh kita bersama Roh Kristus dapat keluar untuk menyalurkan hayat kepada orang lain. Disiplin Roh Kudus bertujuan baik untuk merobohkan beberapa aspek hayat alamiah kita maupun untuk meremukkan insan lahiriah kita.

Menggunakan Roh

Bersama terang yang diterimanya mengenai keluarnya roh, Watchman Nee juga melihat bahwa orang beriman harus belajar bagaimana menggunakan roh manusianya. Dalam menyalurkan Firman, dalam memberitakan injil, dalam menghubungi orang, dan bahkan dalam urusan kehidupan sehari-hari, kaum beriman harus menggunakan roh mereka terlebih dahulu, bukan pikiran, emosi, atau pengetahuan mereka. Roh harus selalu mendahului semuanya itu. Dengan roh kita, kita dapat menjamah roh orang lain. Hanya dengan rohnyalah orang beriman dapat menyampaikan Roh hayat dan menyalurkan hayat kepada orang lain.

Wilayah Pekerjaan

Pada tahun 1948 Watchman Nee menerima wahyu bahwa sementara gereja bersifat lokal, pekerjaan bersifat regional. Gereja adalah perkara lokalitas, tetapi pekerjaan adalah perkara wilayah atau daerah. Gereja-gereja di bawah pekerjaan Petrus berada di lokalitas masing-masing, tetapi pekerjaan Petrus berada di suatu daerah yang mencakup semua lokalitas itu. Demikian pula halnya dengan pekerjaan Paulus dan gereja-gereja yang dibangkitkan melalui pekerjaannya.

Menyerahkan Segala Sesuatu

Agar pekerjaan mencapai tujuannya dan gereja-gereja lokal dibangun secara praktis, Watchman Nee melihat perlunya semua orang beriman dalam pemulihan Tuhan menyerahkan bukan hanya diri mereka sendiri tetapi juga seluruh milik mereka kepada pekerjaan. Dengan cara ini kaum beriman dilepaskan dari sifat mementingkan diri sendiri dan individualistis. Hal ini juga menolong kaum beriman untuk tunduk kepada otoritas Tuhan. Hal ini bahkan memberi Tuhan kesempatan untuk memakai milik mereka bagi tujuan-Nya dan memberikan kepada mereka lebih banyak berkat jasmani.

Sumber: Watchman Nee: A Seer of the Divine Revelation in the Present Age, oleh Witness Lee, hlm. 151-167

Halaman ini diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia dari sumber berbahasa Inggris: watchmannee.org.

Terima kekayaan rohani melalui email

Kami mengirim tulisan baru ke kotak masuk Anda. Gratis, dan Anda dapat berhenti kapan saja.